Image

Diklat RLA sebagai upaya menciptakan Birokrasi yang Kolaboratif

Jumat, 11 November 2016; |  Jam 18:25:09 WIB  

Closing Speech by : Dr. Adi Suryanto, M.Si

Place & Date: Jakarta, Nov 3th 2016

Reform Leader Academy (RLA) Angkatan V  dengan tema “Membangun E-Government untuk mendorong Pelayanan Publik yang terintegrasi” resmi ditutup pada Kamis, 3 November 2016. Hadir pada acara tersebut Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si beserta seluruh jajarannya.

Salah satu output dari proses pembelajaran Diklat RLA Angkatan V adalah Policy Brief yang dihasilkan dari diskusi, sharing pengalaman peserta dan kunjungan benchmarking di berbagai lembaga di Hongkong dan Jakarta (Pemda DKI, Kementerian KOMINFO, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sekretariat Negara, dan KEMENPAN-RB) yang berisikan rekomendasi kebijakan untuk mengakselerasi penerapan e-government dan telah disajikan di Sekretariat Kabinet  dengan poin-poin berikut :

  1. Pengendalian implementasi e-government langsung di bawah Presiden.
  2. Akselerasi penerapan regulasi e-government yang meliputi, rencana induk dan peta jalan; penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) bersama e-government seluruh K/I/D, disertai penerapan insentif dan disinsentif; bisnis proses dan infrastruktur; dan kebijakan penganggaran secara nasional.
  3. Memfasilitasi pembentukan co-working space IT dengan melibatkan pemerintah, BUMN/BUMD, pebisnis, akademisi, dan masyarakat.
  4. Mempercepat penerapan Nomor Identitas Tunggal (Single Identity Number) untuk pelayanan dasar pemerintah, yaitu pendidikan, kesehatan, perumahan rakyat, ketertiban umum, perlindungan masyarakat dan social.

Dalam sambutan pelepasannya, Kepala LAN menyampaikan  bahwa permasalahan besar birokrasi Indonesia adalah birokrasi yang berbelit karena dibuat dari ‘manajemen ketidakpercayaan’ dari masing-masing instansi. Diklat RLA ini merupakan salahsatu upaya untuk menghilangkan ego sektoral, menciptakan birokrasi yang saling percaya dan saling menopang. (Pusdiklat TF/Leo/Ajriani)

Tags:  Diklat |795|